Terngiang dalam pikiran melayang terbang masuk khayalan
Mereka berkhotbah tentang neraka dan surge
Bak titisan sang penguasa yang warisi segala karunia
Tahu segalanya akan menjadi nyata
Macapat: ojo turu sore kaki ono dewo langlang jagad
Nyangking bokor kencanane isine dongo teteulah
Poem : dan ketika kita berbicara tentang kerhidupan
Tentang alam alam yang mulai dirusak oleh bencana
Tentang semuanya yang akan dilumat oleh prahara
Kita tidak bisa mengira-ngira atau menerka
Yang esa yang tahu segalanya kita harus percaya kepada Nya
Dengan balutan rasa percaya
Reff : kan datang kapan saja
Kan terjadi seketika
Kan runtuh saat sangkakala bergemah
Lumat sgala isi dunia
Hantam ramalan yang menjerat jiwa
Itu hanya sebuah parikaran cuaca
belum tentu benar adanya
macapat : sandang lalawan pangan yoiku bagiani pun
wong melek sabar narimo najining manungso
Urip niku ingsun nyembah gusti
Poem : manusia hanya bis berkata
Manusia hanya bisa berlogika
Manusia hanya bisa menerka dengan sebuah pikaran dan kata-kata
Mereka tidak akan tahu dengan sebenarnya yang akan terjadi sebenarnya
Mungkin ini hanya sebuah parikaran cuaca yang tidak nyata yang tidak bisa diterka dan dinyana
Manusia hanya bisa mendengarkan sdegala kata yang hanya bisa dicerna otak dan jiwanya saja
Kita hanya bisa menerima keasdan yang terus akan datang
Keadaan yang akan menimpa kita dan berdoa kunci untuk semuanya
Reff : : kan datang kapan saja
Kan terjadi seketika
Kan runtuh saat sangkakala bergemah
Lumat sgala isi dunia
Lumat sgala isi dunia
Tanpa mengenal kasta
Manusia hanya bisa bicara
Manusia hanya mampu menerka
Manusia hanya bisa meminta
Manusia hanya bisa berlogika
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan pesan anda :)