Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

HATI JIWA PIKIRAN

Sorot mata yang mulai memudar Dihempas angin keraguan Melebur melemahkan keyakinan Kuatkan hati kawan Tenangkan pikiran yakinkan hati Jabat tangan rangkulah tujuan Jangan biarkan melemah memudar Kuatkan jiwa kawan Berdiri tegak dan hadapi Jalan yang terputus atau berlubang Kan kau temukan jalan yg panjang membentang Pikirkan kawan Jangan berhenti di saat kehancuran menguasai, ku yakin kau bisa hadapi Jangan pernah merasa lemah, ku yakin Kau bisa melewati.

STRUGGLE

cukup sudah kita berdiam diri Kita harus bagkit dan berdiri Keterpurukan akan kita akhiri  Lelah bukan alasan untuk berhenti Teruskan! teruskan! teruskan! Satu perubahan untuk kemajuan Lanjutkan! lanjutkan! lanjutkan! Generasi untuk masa depan Bebaskan! Bebaskan! bebaskan! Kreatifitas tanpa batasan Tunjukan! Tunjukan kepada semua Karena kita bisa !

LANGIT

biru yang mulai kelabu Membuat raut wajahnya memudar Tengadahlah sedikit kearah langit Hitam memang menang menyerang terang Mentari yang memutarkan sinar-sinar cahaya Bersama teriknya sang mawar yang kekar Birunya arakan awan melambai perlahan Bisikan kata-kata kepadaku Merayulah pada rembulan Kala malam yang enggan mengumpulkan awan Terhapus habis pada ceraunya ombak Terkikis hilang bak raga terhempas jiwa Jangan kau bersedih Jangan kau menangis Mataharikan segera kembali Bersama biru yang dulu kalabu

BANGKU TUA DI TAMAN KOTA

aku dan kamu duduk berdua dikala hujan belum reda rintiknya membasahi dunia seperti eufoni memainkan nadanya ntah kenapa kutak ingin hujan cepat reda kala katak mulai berwacana kau cantik, ucap katak pada bungga tertunduk senyummu di taman kota kau menawan, bisik katak sambil mengedipkan matanya bunga rumput itupun tersipu menatapnya raut wajahnya merah padam seketika resah hati ini menggila sungguh indah pertemuan kita di temani nada hujan berirama hasrat hati ini yang kian menggila bangku tua di taman kota

ISYARAT HATI

sejuk sejak darimana tau bahwa akan gelap saat terjatuh langitpun tak bersaksi bisakah titik-titik awan merendah  mengubah takdir pada terpaan rasa bumi tak tau arahku membenahi sujud  saat aku berkasih dengan tuhanku karna langit mulai berbahasa lewat cahaya jingga kini tinggal aku dan sebuah tanda tanya   pernah asa ini menghujam ketiadaan menari luas pada lautan harap dengannya berdiri ombak berdeburan sekuat hatilah menahan terpaannya.

KAMU

KAMU SEPERTI TITIK HUJAN YANG JATUH DARI PETALA LANGIT MENUJU TEMPAT YANG KUPIJAK JAUH DAN DENGAN TIDAK TERDUGA KAMU TENANG SEPERTI AIR HUJAN YANG PERLAHAN TETAPI MENENGGELAMKAN KAMU ADALAH TETES HUJAN PEMBAWA CANDU BAGI PENIKMAT HUJAN MENENGGELAMKAN SELONGSONG KEHIDUPAN KAMU RINTIK HUJAN PENUH KEAJAIBAN YANG HANYA DENGAN TERPEJAM KEBERADAANMU AKU RASA MESKI TERPENDAM

TEMBOK DAN KUCING

KITA TERLIHAT DIAM TETAPI KITA BERBICARA KAMU CING YANG SELALU MERAUNG NAMUN TERDENGAR SEPERTI TANGISAN AKU TEMBOK HANYA BISA BERDIRI KOKOH DI SAMPINGNYA AKU TERLIHAT DIAM TAPI AKU MEMPERHATIKAN AKU SELALU DIAM TETAPI AKU MENDENGARKAN AKU TETAP DIAM TETAPI AKU MELINDUNGIMU DARI KILAUNYA MATAHARI DARI DERASNYA HUJAN DARI PANASNYA SIANG DAN DINGINNYA MALAM KITA SELALU BERSAMA TETAPI TAK BISA BERSATU KITA PUNYA KESAMAAN TETAPI KITA BERBEDA KITA BERSAMA MESKI BELAJAR SENDIRI SENDIRI KITA SAMA,, TAPI TETAP TAK BISA SAMA AKU TAK PERNAH MENGHARAPKAN APAPUN DARI KAMU SI KUCING CERIA YANGMEMENDAM KEPEDIHAN AKU HANYA TEMBOK YANG INGIN MENJADI FIRDAUSMU YANG MENENANGKAN DAN MENYEGARKAN