KRITIS DALAM DIRI
jarah
tangkap dan hantam
teriakan
itu terdengar keras di waktu perang
darah
kembali membasahi bumi pertiwi
banyak
korban berjatuha di bumi pertiwi
hentikan
perang
hentikan
permusuhan
hentikan
perbedaan
hentikan
mengapa
sesama teman saudara
kita
saling bantai pukul dan hantam
apakah
karna perbedaan kita saling bunuh
bersatulah
kembali saudaraku
lupakan
perang
lupakan
permusuhan
lupakan
perbedaan
lupakan
Untuk
scene kita
yang
semakin kritis...
yang
semakin mengkhawatirkan.
Saat
kita terbungkus dalam lingkup radiasi moral dan sikap dimana hanya
satu
tetes kebongkahan menjalar menguasai lingkup kammu atau barangkali
kita
semua lupa dimana kita berdiri.
Dimana kta berpijak dan kearah mana kita melangkah.
Apakah seterusnya akan tetap seperti ini.
Terlihat rancu nampak seperti boneka tolol yang terpampang hanya sebagai pajangan.
Dimana kta berpijak dan kearah mana kita melangkah.
Apakah seterusnya akan tetap seperti ini.
Terlihat rancu nampak seperti boneka tolol yang terpampang hanya sebagai pajangan.
Kita
malu, kita malu melihat lingkup kita begitu pasif. Kita malu lingkup
di sekitar
kita
ternyata apatis. Tanpa tanggung jawab. BANGKITLAH !
Karena
persaudaraan dan kebersamaan kita begitu indah BANGUNLAH...FUCK!
Kita
bukan pajangan yang hanya terpampang dan terlihat beku dan tolol.
Sadari
kita hanya butuh penyikapan yang menunjukan siapa kita, bagaimana
lingkup
kita. Kita harus tetap bersatu, jangan kita hancur oleh ingkup kita
sendiri.
Benahi......
dan
kita mulai dari diri kita sendiri
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan pesan anda :)